Yahallo, mina-san! Pada tanggal 12 September 2026, Nippon Club berkesempatan untuk mengadakan kegiatan benchmarking dengan Soushin Tarumanegara Nihon Bu dari Universitas Tarumanegara (UNTAR). Kegiatan benchmarking ini dilakukan di Ruang Creative Space di Kampus Binus Syahdan. Penasaran keseruan apa saja yang terjadi di benchmarking ini? Yuk, simak artikel berikut!
Sebelumnya, apa sih Soushin Tarumanegara Nihon Bu itu? Sesuai namanya, Soushin Tarumanegara Nihon Bu (Soushin Tarumanegara) merupakan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) bagi mahasiswa Universitas Tarumanegara yang memiliki ketertarikan kepada budaya jejepangan. Benchmarking ini berawal dari usulan Nippon Club agar bisa bertukar dan menambah wawasan dengan Soushin Tarumanegara agar kedua UKM ini bisa terus berkembang dan menjadi lebih baik lagi.
Acara benchmarking dimulai pada pukul 09:20 dengan diawali oleh sambutan dari MC acara, Kak Koi, ketua umum Nippon Club, Kak Gaby, dan ketua Region Kemanggisan, Kak Ruko. Sambutan pun dilanjutkan oleh kak Eden selaku ketua dari Soushin Tarumanegara Nihon bu, lalu diikuti dengan kegiatan ice breaking sejenak untuk mencairkan suasana tegang antar kedua UKM.
Setelah rangkaian pembuka, kegiatan dilanjutkan dengan perkenalan antar-UKM. Dimulai dari perkenalan organisasi Nippon Club, penjelasan diawali dari sejarah singkat tentang Nippon Club, lalu dilanjutkan dengan pemaparan Visi dan Misi dari Nippon club. Selanjutnya, penjelasan dilanjutkan dengan pengenalan maskot dan struktur kepengurusan dari Nippon club, mulai dari Dewan Pengurus Inti (DPI) hingga divisi-divisi yang dimiliki: Public Relations, Media, Community, Jurnalistik, Chisiki (edukasi), dan Member Support. Presentasi diakhiri dengan pemaparan sejumlah pencapaian serta tanya jawab dari Nippon Club dan Soushin Tarumanegara.
Setelah penjelasan dari Nippon Club, kegiatan dilanjutkan dengan perkenalan organisasi Soushin Tarumanegara Nihon Bu yang dibawakan oleh Kak Eden selaku ketua umum dari Soushin Tarumanegara Nihon Bu. Melalui penjelasan dari Kak Eden, Soushin ternyata adalah organisasi yang tergolong relatif muda karena baru berdiri pada tahun 2016 yang lalu. Penjelasan lalu dilanjutkan dengan pemaparan Visi dan Misi dari Soushin Tarumanegara dan pemaparan struktur organisasi, mulai dari BPHI hingga divisi-divisi yang dimiliki. Uniknya, Soushin Tarumanegara sendiri memiliki 6 divisi yang diawasi oleh 3 bagian BPHI yang berbeda. Bagian eksternal mengawasi divisi Humas dan Kreatif; bagian internal mengawasi divisi Bahasa, Manga, dan Cosplay; serta ketua umum mengawasi divisi PSDM.

Kak Eden pun lanjut menjelaskan peran-peran dari setiap bagian struktur organisasi Soushin Tarumanegara Nihon Bu. Pertama, BPHI (Badan Pengurus Harian Inti) bertugas sebagai pengamat kinerja divisi dan memberikan bantuan-bantuan administrasi dalam mengurus program kerja agar menjadi terstruktur dan rapi. Kedua, divisi-divisi internal (Bahasa, Manga, Cosplay) bertugas untuk memberikan pelayanan dan pembekalan bakat non-akademik kepada anggota-anggota non-kepengurusan pada bidang pembelajaran bahasa Jepang, manga, cosplay. Ketiga, divisi-divisi eksternal (Humas dan Kreatif) bertugas untuk menjaga dan meningkatkan reputasi UKM kepada pihak eksternal pada media yang menjadi wadah dalam menjembataninya. Terakhir, divisi yang baru pada periode ini terbentuk, yaitu PSDM bertugas untuk menjaga moral anggota kepengurusan dalam UKM Souhin Tarumanegara.

Setelah penjelasan dari peran-peran struktur organisasi Soushin Tarumanegara Nihon Bu, Kak Eden lanjut menjelaskan program kerja dan maskot dari Soushin Tarumanegara. Setelah seluruh presentasi organisasi dari kedua UKM selesai, acara pun dilanjutkan dengan sesi pertanyaan dari Nippon Club dan Soushin untuk memperjelas sistem yang dimiliki masing-masing organisasi. Kemudian, acara berlanjut dengan games berupa quiz menebak lagu-lagu opening dari anime. Pada sesi ini, para anggota Soushin Tarumanegara dan Nippon Club dibagi menjadi beberapa kelompok untuk menebak lagu sesuai tingkat kesulitan yang dipilih: mulai dari easy, normal, hard, nightmare, sampai impossible. Sesi games ini berlangsung dengan meriah dan kompetitif. Setelah permainan usai, kelompok yang kalah mendapatkan hukuman dari kelompok pemenang berupa menarikan koreografi lagu “AI♡SCREAM!” dengan frasa “Ruby-chan”-nya yang terkenal itu. Setelah sesi games, benchmarking dilanjutkan dengan kegiatan ngobrol santai antara Nippon Club dan Soushin Tarumanegara agar bisa mengenal lebih dekat beserta bertukar wawasan antarorganisasi.
Acara benchmarking ini akhirnya selesai pada pukul 14:00 dengan ditutup oleh penyerahan plakat dan foto bersama. Secara keseluruhan, kegiatan benchmarking ini telah berjalan dengan baik, informatif, dan seru banget! Kami dari Nippon Club mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Soushin Tarumanegara Nihon Bu karena sudah bersedia mengikuti kegiatan benchmarking ini dan mau bertukar wawasan serta keseruan dalam benchmarking ini. Melalui benchmarking ini, kami juga berharap agar Soushin Tarumanegara Nihon Bu bisa mendapatkan sesuatu yang berharga dari kami dan bisa berkembang menjadi organisasi yang lebih baik lagi!
Writer: Shiro
Editor: Fennell
PakarPBN
A Private Blog Network (PBN) is a collection of websites that are controlled by a single individual or organization and used primarily to build backlinks to a “money site” in order to influence its ranking in search engines such as Google. The core idea behind a PBN is based on the importance of backlinks in Google’s ranking algorithm. Since Google views backlinks as signals of authority and trust, some website owners attempt to artificially create these signals through a controlled network of sites.
In a typical PBN setup, the owner acquires expired or aged domains that already have existing authority, backlinks, and history. These domains are rebuilt with new content and hosted separately, often using different IP addresses, hosting providers, themes, and ownership details to make them appear unrelated. Within the content published on these sites, links are strategically placed that point to the main website the owner wants to rank higher. By doing this, the owner attempts to pass link equity (also known as “link juice”) from the PBN sites to the target website.
The purpose of a PBN is to give the impression that the target website is naturally earning links from multiple independent sources. If done effectively, this can temporarily improve keyword rankings, increase organic visibility, and drive more traffic from search results.


