Keseruan dan keramaian Perbatasan Komik 22 di hari pertama
Konnichiwa, mina-san! Tanggal 16 Mei 2026 yang lalu merupakan hari pertama acara Perbatasan Komik 22, loh! Siapa saja nih yang mengikuti dan merasakan keseruannya?
Bagi yang belum tahu, Comic Frontier, atau biasa disingkat menjadi Comifuromerupakan acara konvensi yang diadakan dua kali setahun untuk mengundang beragam komunitas dan penggemar budaya pop, terutama anime, manga, gim, permainan kostumseni, dan karya kreatif lainnya. Selain itu, acara ini juga menghadirkan banyak stan lokal maupun internasional yang menjual berbagai karya dan produk kreatif mereka sesuai dengan beragam minatnya. Acara ini diselenggarakan di lima aula Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSD City, dari pagi hingga sore.

Stan perusahaan di dalam acara Perbatasan Komik 22
Selain stan-stan tersebut, banyak juga stan perusahaan yang dapat dilihat setelah memasuki gerbang Comifuro. Salah satu stan menarik adalah stan Comifuro yang berkolaborasi dengan PT KAI Komuter untuk menjual Kartu Multi Trip (KMT) eksklusif. Ada juga stan Kafe Dinding yang menyediakan minuman segar untuk para pengunjung dengan kesempatan memenangkan hadiah menarik serta stan BNS sensasi siapa yang menjual Funko Popyaitu figur karakter yang sangat menggemaskan. Phoenix Gramedia Indonesia juga datang membawa produk-produk Hololive Produksi yang menarik perhatian banyak penggemar VTuber.
Tidak hanya itu, kolaborasi antara toko kode dengan Kekekalan ke Kekekalan (NTE) juga hadir meramaikan acara dengan aktivitas mencoba gimnya disertai promosi-promosi menarik untuk para penggemar gim. Ada juga stan yang menawarkan berbagai macam komik dan manga. Selain itu, ada berbagai macam permainan kartu tukar (permainan kartu perdagangan/TCG), seperti Terikat Rift: Liga Legenda, Ultramandan seri-seri lainnya yang menarik perhatian para pemain kartu maupun kolektor. Tim dari Klub Nippon sendiri juga mendirikan stan Dari lingkaran AD-44 yang bekerja sama dengan komunitas Obat Kesepian Pria menjual beragam barang dagangan untuk menggalang dana kepada charity Generasi Menabur.

Kegiatan coswalk di panggung aktivitas
Selain dipenuhi berbagai stan yang menarik, hari pertama Comifuro 22 juga diramaikan oleh para cosplayer dari berbagai komunitas penggemar anime dan gim, mulai dari Bocchi si Batu!, vokaloid, Waktu Petualanganhingga Minecraft. Berbagai macam karakter dapat ditemukan di hampir setiap sudut area acara. Untuk mempertunjukkan kreativitas para cosplayer mengatakan, diadakan pula kegiatan coswalk di panggung aktivitas yang berada di Aula 10. Setiap peserta coswalk diberikan kesempatan singkat untuk memamerkan permainan kostum dan penampilan mereka seunik mungkin, baik secara individu maupun kelompok.

Penayangan anime racun pernikahan di panggung utama
Tidak hanya area stan dan panggung aktivitas, panggung utama yang berada di Aula 6 juga menjadi salah satu pusat perhatian pengunjung selama acara berlangsung. Selain menjadi area istirahat untuk para pengunjung, panggung utama juga digunakan untuk mengadakan berbagai sesi spesial, salah satunya adalah penayangan anime racun pernikahan yang diselenggarakan oleh Muse Indonesia. Anime Marriagetoxin merupakan anime romansa dan aksi yang berfokus pada cerita seorang pembunuh bayaran dan ahli penipu pernikahan. Dalam penayangan ini, episode pertama ditampilkan untuk menarik minat penonton. Setelah penayangan selesai, diadakan kuis seputar anime tersebut dan para seiyu yang terlibat. Sesi ini juga menjadi sesi promosi film anime yang sedang tayang di bioskop, yaitu TenSura: Air Mata Laut Azure.

Pertunjukan virtual oleh rachie di panggung utama
Setelah sesi penayangan anime, panggung utama kembali menarik perhatian pengunjung dengan pertunjukan virtual dari rachie di penghujung hari pertama Comifuro. Bagi yang belum tahu, rachie merupakan seorang penyanyi multilingual dengan persona VTuber yang dikenal melalui berbagai lagu menutupi dan penampilan daringnya. Dalam pertunjukannya, rachie membawakan total lima lagu populer, yaitu Lubang Kelinci, Yuukei Kemarin, Hanya Hari yang Cerah untukmu, Idoladan terakhir Pemantauan sebagai ulangan. Penampilan tersebut disambut antusias oleh para penonton yang ikut bernyanyi, bersorak-sorai, dan juga memberikan tepuk tangan yang meriah.
Begitulah keseruan hari pertama Comifuro 22 yang dipenuhi berbagai aktivitas menarik, mulai dari area stanpanggung aktivitas, hingga panggung utama. Bagi para pengunjung yang ikut merasakan keramaian suasananya, apakah kalian sudah merindukan keseruannya? Nantikan juga liputan selanjutnya untuk melihat momen-momen menarik di hari kedua Comifuro 22. Ya, matane!
Penulis: Luar Angkasa
Editor: Fennel
PakarPBN
A Private Blog Network (PBN) is a collection of websites that are controlled by a single individual or organization and used primarily to build backlinks to a “money site” in order to influence its ranking in search engines such as Google. The core idea behind a PBN is based on the importance of backlinks in Google’s ranking algorithm. Since Google views backlinks as signals of authority and trust, some website owners attempt to artificially create these signals through a controlled network of sites.
In a typical PBN setup, the owner acquires expired or aged domains that already have existing authority, backlinks, and history. These domains are rebuilt with new content and hosted separately, often using different IP addresses, hosting providers, themes, and ownership details to make them appear unrelated. Within the content published on these sites, links are strategically placed that point to the main website the owner wants to rank higher. By doing this, the owner attempts to pass link equity (also known as “link juice”) from the PBN sites to the target website.
The purpose of a PBN is to give the impression that the target website is naturally earning links from multiple independent sources. If done effectively, this can temporarily improve keyword rankings, increase organic visibility, and drive more traffic from search results.




