[REVIEW] Anak berumur 14 tahun dijual ke iblis demi uang?? ‘Welcome to Demon School Iruma-Kun’
Fantasi, suatu genre cerita yang dikenal sebagai dunia imajiner para penulis yang berhubungan dengan sihir atau sesuatu yang melanggar hukum fisika. Namun demikian, itulah tujuan dari karya fantasi yang menonjolkan kejadian irasional kemudian menjadi keunikan tersendiri untuk karya tersebut.
Genre fantasi di dunia anime/manga seringkali ditemani dengan tema Petualang dan tindakankarena ketiga genre tersebut memang hendaknya saling melengkapi untuk membuat satu anime yang menarik. Namun, apakah kalian pernah berpikir bagaimana jadinya jika fantasi bertemu dengan tema sekolah? Saya persembahkan Selamat datang di Sekolah Setan! Iruma-Kun.
Iruma Suzuki, seorang anak laki-laki berusia empat belas tahun, selalu bernasib sial sepanjang hidupnya, harus bekerja untuk mencari uang bagi orang tuanya yang tidak bertanggung jawab meskipun dia masih di bawah umur. Suatu hari, ia mengetahui bahwa orang tuanya telah menjualnya kepada iblis bernama Sullivan. Namun, kekhawatiran Iruma tentang apa yang akan terjadi padanya segera sirna, karena Sullivan hanya menginginkan seorang cucu, memanjakannya, dan menyekolahkannya di sekolah iblis sayang.
Awalnya, Iruma berusaha untuk tidak terlalu menonjol karena takut teman-temannya mengetahui bahwa dia adalah manusia. Sayangnya, hal ini ternyata lebih sulit dari yang dia duga. Ternyata Sullivan sendiri adalah ketua sekolah, dan semua orang mengharapkan dia menjadi raja Iblis berikutnya!
Iruma langsung mendapati dirinya dalam situasi yang luar biasa ketika dia harus mengucapkan mantra terlarang di depan seluruh sekolah. Dengan ini, Iruma langsung mendapatkan reputasi yang tidak diinginkannya. Meskipun demikian, dia pasti akan terseret ke dalam keadaan yang lebih aneh lagi.
Manga ini memiliki formula fantasi yang tidak seperti biasanya. karena daripada cerita bermulai dengan sang karakter utama berpindah karena ingin hidup kembali atau langsung dari dunia lain tersebut, namun Iruma sendiri tidak ingin jiwa-nya dijual ke iblis dan harus mengikutinya ke dunia iblis.
Tetapi, Iruma memiliki hati yang sangat baik, Ia selalu membantu orang yang terlihat meminta pertolongan dan tidak pernah menolak Ketika orang lain meminta pertolongannya, dan saat Sullivan ingin sekali Iruma menjadi cucunya, dia tidak bisa menolaknya.

Selain dari Iruma tersendiri, ada juga teman-teman sekelasnya yang ia temui dengan keunikannya sendiri dan mereka ditempatkan di satu kelas yang lusuh dan rusak. Mereka juga dikenal dengan Ketidakcocokan atau Kelas Tidak Normalmereka dijuluki tersebut karena tingkah lakunya yang nakal dan tidak normal bagi para murid dan guru yang ada di bayi.
Petualang Kelas Ketidaksesuaian ini juga patut dinantikan para pemirsa, karena mereka bisa memutar balikkan keadaan dari kelas yang paling bermasalah hingga kelas yang paling dikagumi di satu sekolah. Dari mereka mendapatkan hak untuk pindah ke kelas yang pernah dipakai oleh raja iblis, menyelamatkan tempat wisata dari ancaman iblis jahat, hingga memenangkan ajang kompetisi Demidol.

Namun bagi saya, serial Iruma-kun ini akan terasa jijik bagi teman-teman yang tidak terlalu menyukai komedi yang terus-menerus muncul di serial ini. Tapi yang paling terlihat dari beberapa bab terakhir di anime ini adalah cerita yang terlalu diperpanjang hanya untuk mengikat para pembaca Shonen Mingguan disana, ini mengakibatkan pemeran di serial ini membesar dan meluas seperti kasus serial Detektif Conan atau Satu potong.
Namun ini hanya sekedar opini, saya merasa manga ini memiliki potensi sebagai salah satu yang terbaik di genre fantasi/komedi. Mungkin segini saja tinjauan dari saya pada serial ini, dan jangan lupa untuk membacanya jika anda tertarik, Dan salam Aura Api.
Penulis: DJ Jackson
Editor: freyza
Sumber: Selamat datang di Sekolah Setan! Iruma-kun | Pusat Web
PakarPBN
A Private Blog Network (PBN) is a collection of websites that are controlled by a single individual or organization and used primarily to build backlinks to a “money site” in order to influence its ranking in search engines such as Google. The core idea behind a PBN is based on the importance of backlinks in Google’s ranking algorithm. Since Google views backlinks as signals of authority and trust, some website owners attempt to artificially create these signals through a controlled network of sites.
In a typical PBN setup, the owner acquires expired or aged domains that already have existing authority, backlinks, and history. These domains are rebuilt with new content and hosted separately, often using different IP addresses, hosting providers, themes, and ownership details to make them appear unrelated. Within the content published on these sites, links are strategically placed that point to the main website the owner wants to rank higher. By doing this, the owner attempts to pass link equity (also known as “link juice”) from the PBN sites to the target website.
The purpose of a PBN is to give the impression that the target website is naturally earning links from multiple independent sources. If done effectively, this can temporarily improve keyword rankings, increase organic visibility, and drive more traffic from search results.

